Sinopsis A Working Man
A Working Man mempertemukan kembali Jason Statham dengan sutradara The Beekeeper, David Ayer. Naskahnya ditulis oleh Ayer serta Sylvester Stallone, mengadaptasi novel Chuck Dixon bertajuk Levons Trade.
Berfungsi selaku Levon Cade, seseorang mantan pasukan spesial yang memilah meninggalkan militer demi hidup nyantai selaku pekerja konstruksi, Jason Statham tidak lambat- laun menikmati ketenangan. Terlebih sehabis gadis bosnya( Michael Pena) diculik oleh sindikat perdagangan orang.
Kebrutalan Levon telah nampak dari sebagian cuplikan trailer film tersebut di mana dia bertarung dengan sekelompok geng motor yang mengiranya selaku polisi. Dia dimohon buat menghasilkan isi kantongnya serta ditolak olehnya sampai terjalin pertarungan.
Review A Working Man
Levon Cade( Jason Statham) telah pensiun dari kariernya selaku mantan royal marines sebab pekerjaan tersebut membagikan banyak dampak samping. Kematian istrinya konon disebabkan sebab pekerjaan ini.
Seperti itu sebabnya dia memperoleh waktu terbatas buat dapat berjumpa dengan anaknya Merry( Isla Gie). Sebab itu pula Levon memutuskan buat hidup simpel selaku tukang bangunan demi dapat memiliki hidup wajar.
Tetapi semacam film Jason Statham yang sudah- sudah, tidak bisa jadi jagoan kita mengaduk semen selama durasi. Kala anak sang bos, Jenny Garcia( Arianna Rivas), diculik oleh sekelompok orang jahat buat dijual kepada om- om mesum, Levon tidak dapat tinggal diam.
Dia terpaksa mengokang senjata lagi, menemui seluruh orang- orang jahat ini satu per satu serta mencari dimana Jenny hingga ketemu. Jika juga dia wajib melaksanakannya sembari tiba puluhan mayat, Levon tidak keberatan.
Ditulis oleh sutradara David Ayer dengan Sylvester Stallone dari novel karya Chuck Dixon, A Working Man merupakan film yang hendak membuat pecinta film action, film kelas B serta film- film Jason Statham tersenyum bahagia. Di titik ini, film- film aksi Jason Statham telah jadi sub- genre tertentu.
Kabar baiknya merupakan walaupun film ini bisa jadi dipadati dengan bermacam klise yang terdapat, aku selaku pemirsa tidak dapat tidak tersenyum dikala melihat Levon Cade membunuhi seluruh penjahat selama film. Jika sebagian film aksi sejenis berupaya keras buat tidak nampak semacam film kelas B, Ayer melaksanakan perihal yang kebalikannya.
Dia ketahui kalau kala dia bekerjasama dengan Stallone, pengadeganan yang kelewatan serta kepribadian yang terencana terbuat over- the- top merupakan bumbu penyedap yang membuat film ini mengasyikkan. Tone yang ekstra sungguh- sungguh itu setelah itu dikawinkan dengan sebagian komedi yang dipersembahkan dengan sangat kaku. Hasilnya merupakan adegan- adegan faktor tawa yang tidak terduga.
Jika kalian tipe pemirsa yang hobi menertawakan adegan- adegan yang tidak masuk ide tetapi asik ditonton, A Working Man merupakan film yang pas.
Dari segi naratif, tidak terdapat satu juga plot yang tidak sempat pemirsa amati lebih dahulu di film sejenis ataupun apalagi dari film- film Jason Statham sendiri. Penjahat yang bodoh, penjahat yang gerakannya sangat teatrikal, penjahat yang mengenakan narkotika, musuh yang tidak sempat dapat menembak kepribadian utamanya walaupun dalam jarak dekat, polisi korup, mafia Rusia dengan seluruh aksen hiperbolanya hingga bestie yang suportif, seluruhnya muncul dalam A Working Man.
Seluruh ini pasti saja diwarnai dengan dialog- dialog khas film- film aksi yang senantiasa straight to the point. Tetapi apalagi dengan klise serta adegan- adegan yang tertebak itu, A Working Man nyatanya lezat dinikmati. Apalagi dalam sebagian poin, dia tampak gemilang dibanding dengan film- film sejenis.
David Ayer menggambarkan dunia dalam film ini dengan lebih banyak effort. Nyaris tiap setting diterjemahkan dengan apik. Terdapat perbandingan jelas mengapa rumah bos mafia terbuat dengan minimalis sedangkan bar yang jadi basecamp bos narkoba terbuat lebih norak. Apalagi kala Ayer bersiap menggiring pemirsa ke babak ketiga yang penuh dengan adegan tembak- tembakan, dia masih pernah buat menampilkan atmosfer acara yang festive.
Dari segi akting, David Ayer lebih dari sukses buat menyatukan game aktor- aktornya. Seluruh orang yang terdapat di film ini ketahui tipe film apa yang mereka buat. Tidak terdapat satu juga yang nampak semacam manusia wajar. Seluruh orang, paling utama seluruh penjahat yang terdapat di film ini, bermain ekstra.
Salah satunya yang bermain agak sedikit alami bisa jadi merupakan David Harbour yang kebagian kedudukan selaku Gunny, bestie Levon. Tetapi karakternya juga terbuat buta sehingga dia senantiasa nampak ekstra semacam aktor yang lain.
Jason Statham selaku aktor bisa jadi bukan tipe yang hendak memperoleh piala dari kegiatan penghargaan film atas keahlian aktingnya. Dia nyaris senantiasa memerankan kepribadian yang mirip di film- filmnya. Tetapi walaupun begitu, aku tidak dapat menyangkal kalau Statham memanglah mempunyai screen presence yang luar biasa.
Se- basic apapun misi yang dia jalani di film- filmnya, Statham tidak sempat kandas buat membuat aku yakin kalau ia memanglah sekuat itu. Serta A Working Man lagi- lagi membuat aku menantikan film- film Statham selanjutnya.